You are here

Agrowisata Salak Pondoh

Turi adalah sebuah desa yang memiliki area perkebunan buah salak pondoh. Pohon salak pondoh memiliki ciri khas seperti pohon kelapa sawit dengan corak pakis. Sebuah desa wisata salak pondoh yang bisa memetik dan mencicipi langsung buahnya. Agrowisata Salak Pondoh didirikan pada tahun 1988 dan secara resmi dibuka pada tahun 1994.

Prof. Dr. Drg. Sudibyo adalah seorang pendiri Agrowisata Salak Pondoh di desa Turi, Sleman, Yogyakarta. Beliau mampu mengembangkan buah salak pondoh di kebun milik orang tuanya dan mencoba mengajak masyarakat sekitar untuk berpartisipasi. Pada mulanya, warga menolak karena penanaman salak pondoh harus mengorbankan tanaman lain. Karena kegigihannya, akhirnya warga mau mengikuti anjurannya. Produk Salak Pondoh dari desa Turi sudah dipasarkan hampir ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan hingga ke Malaysia dan Jepang.

Agrowisata Salak Pondoh desa Turi mempunyai tanah seluas 27 hektar. Selain menjadi komplek lahan salak pondoh, juga tersedia area bermain anak-anak, lokasi pemancingan dan kolam renang. Terletak pada ketinggian 400 meter dari permukaan laut, suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman salak pondoh. Hawa sejuk masih terasa dan memberikan kenyamanan ketika para wisatawan berjalan-jalan di sekitar desa Turi.

Salah satu andalan dari Agrowisata Salak Pondoh desa Turi adalah Kebun Nusantara. Lebih dari 17 jenis tanaman salak dapat dijumpai di kebun seluas 2 hektar tersebut. Beberapa jenis tanaman salak, seperti; salak pondoh super, salak pondoh hitam, salak pondoh kuning, salak manggala, salak gading, salak condet, salak bali, salak tanonjaya, hingga salak semeru. Selain tanaman salak, juga terdapat tanaman obat-obatan, seperti; jahe, temulawak, blimbing wuluh, kencur dan beberapa tanaman rempah-rempah lainnya.